3 Generasi Cryptocurrency

Mungkin kita pernah mendengar bahwa blockchain memiliki beberapa generasi. Seperti cryptocurrency Bitcoin yang dikenal sebagai generasi pertama dari blockchain.

Seiring dengan berjalannya waktu, kebutuhan pengguna semakin beragam dan teknologi blockchain pun semakin berkembang, sehingga muncul blockchain-blockchain baru setelah Bitcoin dengan fungsi yang berbeda. Berikut sejarah blockchain dari generasi pertama hingga ketiga.

1. Generasi Pertama - Bitcoin

Mata uang pertama yang menjadi alat pertukaran aset di internet bernama Bitcoin (BTC) diperkenalkan pada tahun 2008 oleh sosok misterius bernama Satoshi Nakamoto melalui whitepaper-nya. Saat itu penggunaannya masih dilakukan secara terbatas hanya di antara para anggota komunitas developer Bitcoin dan kemudian dapat digunakan oleh masyarakat di tahun 2009.

Semua transaksi yang menggunakan Bitcoin dilakukan secara langsung tanpa melibatkan pihak ketiga atau istilahnya "peer-to-peer transaction" dan bersifat desentralisasi.

Sejak pertama kali digunakan pada tahun 2009, teknologi kriptografi yang digunakan pada jaringan blockchain Bitcoin hingga saat ini masih hanya sebatas memberi kelebihan kecepatan, keamanan dan fee yang murah.

2. Generasi Kedua - Ethereum

Demi memenuhi kebutuhan para pelaku perdagangan di internet yang menginginkan adanya fungsi-fungsi finansial lain, maka para developer blockchain di era 2012-2016 membuat sebuah blockchain lain yang dinamakan Ethereum (ETH), yang diluncurkan pada tahun 2015.

Setelah beberapa tahun, para developer jaringan Ethereum berhasil mengaplikasikan kode program yang dinamakan smart contract untuk digunakan dalam transaksi instrumen derivatif finansial di internet pada jaringan Ethereum ini. Dengan adanya smart contract, blockchain dapat melahirkan banyak product dan platform seperti token, NFT (Non Fungible Token), dApps, dan DAO.

Smart Contract itu sendiri adalah sebuah program yang disimpan di blockchain yang secara otomatis akan berjalan mengeksekusi perintah yang diberikan apabila persyaratan variabel data yang dipersyaratkan sudah terpenuhi oleh penggunanya. Smart contract ini menjadi sebuah perjanjian digital yang mengikat kedua pihak yang bertransaksi di blockchain tanpa melibatkan pihak ketiga.

Perkembangan teknologi blockchain ini telah menjadikan Bitcoin dan Ethereum sebagai komoditi di sektor finansial yang diperdagangkan oleh masyarakat mainstream untuk mencari keuntungan, dan bursa perdagangan online (trading exchange) semakin banyak bermunculan.

3. Generasi Ketiga - Cardano

Generasi blockchain berikutnya adalah Cardano yang merupakan perkembangan yang lebih canggih dalam teknologi blockchain.

Sebagai pengembangan teknologi yang merupakan perpaduan serta penyempurnaan dari Bitcoin yang bersifat desentralisasi dan Ethereum yang programmable, Cardano diciptakan oleh Charles Hoskinson, CEO dari Input Output Global, Cardano Foundation dan EMURGO pada tahun 2017 diawali dengan puluhan peer-reviewed research yang melibatkan para peneliti dari banyak universitas terkemuka dunia.

Sedangkan, Cardano disebut sebagai blockchain generasi ketiga, karena Cardano ingin menyelesaikan 3 permasalahan besar yang dihadapi oleh blockchain generasi pertama dan kedua, yaitu:

  1. Skalabilitas: Sebuah jaringan blockchain harus dapat memproses transaksi-transaksi dari pengguna, walaupun jumlah pengguna semakin meningkat.
  2. Interoperabilitas: Saat ini kebanyakan blockchain masih belum bisa terkoneksi satu sama lain, sehingga akan menciptakan data silo antar blockchain. Akan lebih baik jika tiap blockchain bisa saling berkomunikasi dan saling terhubung.
  3. Sustainabilitas: Tiap project harus memiliki visi jangka panjang. Bayangkan apa yang terjadi apabila founder sudah meninggal. Siapa yang akan mengembangkan project tersebut? Untuk mempekerjakan orang tentu harus ada insentif agar banyak yang tertarik, tapi bagaimana sebuah proyek bisa menyelesaikan masalah tersebut? Hal ini tentu harus dipikirkan.

Sama seperti project lainnya, Cardano juga memiliki roadmapnya sendiri. Pada setiap era, akan ada pembaruan fitur baru di blockchain Cardano. Berikut 5 era yang ada di Cardano:

  1. Byron Era - ini adalah era awal saat kelahiran Cardano. Pada era ini, para pengguna Cardano dapat bertukar cryptocurrency ADA. Cardano meluncurkan wallet utama yaitu full node wallet Daedalus dan light wallet Yoroi. Konsensus protokol POS (Proof Of Stake) Ouroboros yang bersifat desentralisasi diluncurkan di Byron Era.
  2. Shelley Era - Agar dapat menjalankan desentralisasi secara penuh, maka di Shelley Era seluruh komunitas Cardano memiliki kemampuan untuk melakukan delegasi aset kepada para SPO (Stake Pool Operator) dan mendapatkan insentif atas ADA yang didelegasikan dengan skema reward 5 harian (epoch). Sejak memasuki Shelley Era awal tahun 2021 hingga saat ini, Cardano telah memiliki lebih dari 3.000 SPO yang membuktikan bahwa blockchain Cardano beroperasi pada tingkat desentralisasi yang sangat tinggi.
  3. Goguen Era - Alonzo Hard Fork pada bulan September 2021 mengawali dimulainya Goguen Era. Di era yang sedang berlangsung ini, smart contract sudah bisa dijalankan di DEX (Decentralized Exchange) dan bahasa pemrograman Plutus sudah digunakan untuk menjamin keamanan bertransaksi pada dApps DeFi di blockchain Cardano. Penting untuk dicatat bahwa Hard Fork dari Byron Era menuju Shelley Era dan dari Shelley Era menuju Goguen Era keduanya dilakukan tanpa harus me-reset atau men-shutdown blockchain.
  4. Basho Era - pengembangan menuju tahapan Basho Era sudah dilakukan sekarang ini, dimana skalabilitas transaksi semakin ditingkatkan, pengoperasian side chain sebagai penambah kapasitas blockchain serta berbagai aplikasi yang menunjang interoperabilitas/cross chain telah dijalankan. Vasil Hard Fork di bulan Juli 2022 menjadi milestone dari dimulainya Basho Era.
  5. Voltaire Era - ini adalah tahapan terakhir pengembangan Cardano dimana semua mekanisme aktivitas seperti submisi CIP (Cardano Improvement Proposal), voting, treasury dan Catalyst Fund akan berjalan secara otonomi oleh komunitas Cardano.

Di Voltaire Era, blockchain Cardano akan 100% menjadi sebuah DAO (Decentralized Autonomous Organization) yang beroperasi tanpa ada campur tangan sama sekali dari pihak manapun.

Cardano sudah bukan lagi sebuah blockchain yang hanya dapat dimanfaatkan untuk mencari keuntungan di sektor finansial, tetapi juga memiliki fungsi dalam berbagai sektor lain seperti bidang pertanian, telekomunikasi, sosial dan kemanusiaan.

Prinsip desentralisasi dengan melibatkan partisipasi seluruh komunitas, dan kecanggihan teknologi smart contract yang digunakan di blockchain Cardano, menjadikan ADA sebagai mata uang utamanya untuk digunakan di berbagai macam aktivitas finansial dan non-finansial oleh berbagai lapisan masyarakat bahkan sampai ke pelosok-pelosok daerah yang terpencil di dunia.

Kegiatan non-finansial yang saat ini sedang dilaksanakan dengan menggunakan blockchain Cardano antara lain pengaplikasian DID (Digital Identifier) bagi 5 juta murid sekolah di negara Ethiopia, dan pengembangan jaringan telekomunikasi di area yang selama ini belum terjangkau cakupan internet di Tanzania, Afrika.

Di masa mendatang, aktivitas finansial dan non-finansial di blockchain Cardano akan lebih banyak lagi dilakukan mengingat pada saat ini Cardano masih terus mengembangkan skalabilitas transaksinya dengan senantiasa tetap mengutamakan kehati-hatian dalam segi keamanan blockchain.

Untuk membaca jurnal-jurnal penelitian yang dilakukan pada blockchain Cardano klik disini.

Ingin mempelajari blockchain Cardano?

EMURGO Indonesia memiliki program pembelajaran blockchain bagi yang memiliki background IT maupun tidak. Sebagai salah satu entitas pendiri Cardano, kami menawarkan program yang dibuat khusus untuk mendorong pemahaman mendasar dan aplikasi praktis teknologi blockchain terutama blockchain Cardano.

Semua kursus diajarkan oleh instruktur profesional dengan pengalaman blockchain yang sebenarnya.

EMURGO Indonesia menawarkan dua kursus berbeda kepada siswa yang tertarik untuk menjadi developer Cardano, entrepreneur, analis/konsultan bisnis blockchain, dan banyak lagi.

Untuk informasi lebih lanjut tentang masing-masing kursus, kunjungi www.emurgo.id!