Sebelumnya, kami telah membahas apakah itu smart contracts, apa saja sifat-sifatnya, dan apa saja contoh implementasinya di dunia nyata (untuk membaca blog post sebelumnya, silakan kunjungi tautan ini).

Namun, like anything else in this world, semua hal pasti mempunyai batasan dan kekurangan. Penggunaan smart contracts pun demikian.

Di dalam artikel ini, kami akan membahas apakah batasan-batasan penggunaan smart contracts dan solusi yang bisa diterapkan untuk mengatasi batasan tersebut.

Smart contracts belum dapat menggantikan kontrak dan perjanjian dunia nyata yang diberlakukan di atas kertas.

Maksudnya adalah, smart contracts tidak memiliki kerangka hukum yang dapat dibuktikan di pengadilan. Smart contracts hanya merupakan instruksi berdasarkan apa yang didefinisikan di dalam perjanjian. Jika terjadi kesalahan, sulit untuk membuktikan penipuan atau tindakan kriminal lainnya di pengadilan karena smart contracts bukanlah perjanjian yang mengikat secara hukum.

Untuk mengatasi batasan ini, dapat memanfaatkan penggunaan Ricardian Contracts (untuk mengetahui lebih lanjut tentang Ricardian Contracts, silakan kunjungi tautan ini).

Kode program di dalam smart contracts harus sempurna dan tidak mengandung bug.

Smart contracts dapat di-deploy ke dalam blockchain hanya sekali saja, sehingga kode program yang ada di dalam smart contracts tersebut harus benar-benar sempurna dan tidak mengandung bug. Jika mengandung bug, bug tersebut dapat dieksploitasi oleh hacker, contohnya untuk mencuri cryptocurrency (untuk mengetahui secara lanjut tentang “DAO Hack”, silakan kunjungi tautan ini).

Untuk mengatasi batasan ini, sebelum smart contracts di-deploy ke dalam blockchain, kode programnya harus diaudit secara teliti dan menyeluruh. Audit dilakukan untuk mencari flaws and vulnerabilities di dalam kode program dan memperbaikinya.

Smart contracts tidak dapat berhubungan langsung dengan kejadian di dunia nyata.

Alasan utama mengapa smart contracts belum diadopsi secara masif di luar industri tokenisasi adalah karena smart contracts tidak terhubung ke data yang bersifat off-chain (data yang tidak disimpan di blockchain). Data yang dimaksud adalah data yang dihasilkan dari kejadian di dunia nyata, contohnya:

The price of Ether is skyrocketing every single day

Bagaimana smart contracts mengetahui berapa harga Ether dalam rupiah di hari ini? Bagaimana smart contracts mengetahui besaran temperatur di hari ini? Bagaimana smart contracts mengetahui hasil pemilihan presiden?

Bagaimana smart contracts mengetahui warna langit di hari ini?
The Smart Contract Needs a Source of Truth — an Oracle.

Namun sebenarnya, apa sih oracle itu? Apa hubungan antara oracle dan smart contracts? How does it work? Mau tahu penjelasannya? Tunggu blog post yang selanjutnya ya!

Tentang EMURGO

EMURGO adalah perusahaan blockchain global yang menghadirkan solusi untuk developers, startups, enterprise, dan pemerintah. EMURGO mengembangkan aplikasi dengan standard enterprise, tools untuk developer, berinvestasi di startup, dan memberikan edukasi tentang teknologi blockchain. EMURGO memiliki kantor dan menangani proyek di Singapura, Jepang, Amerika Serikat, India, dan Indonesia. EMURGO juga adalah salah satu pendiri dari Cardano protocol.

Pelajari lebih lanjut tentang EMURGO dengan mengunjungi website resmi kami di sini

Follow akun media sosial EMURGO Indonesia:

Twitter : http://bit.ly/EmurgotwitterId

Facebook :bit.ly/Emurgo_id

Instagram : http://bit.ly/EmurgoInstaId

Linkedin : http://bit.ly/emurgoidLinkedin